SANTRI adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan ilmu agama islam disuatu tempat yang dinamakan Pesantren biasanya menetap ditempat tersebut. Hingga pendidikannya selesai. Menurut bahasa istilah Santri berasal dari bahasa sansekerta. Santri yang memiliki akar kata yang sama dengan kata sastra yang berarti Kitab suci, Agama, dan Pengetahuan. Adapula yang mengatakan berasal dari kata Cantrik yang berarti para pembantu begawan atau resi, seorang Cantrik diberi upah berupa ilmu pengetahuan oleh begawan atau resi tersebut. Jika jauh beda dengan seorang santri yang mengabdi diPondok Pesantren, sebagai konsekuensinya ketua Pondok Pesantren memberikan tunjangan kepada santri tersebut.
santri menurut Ulama' jawa adalah memiliki makna yang cukup luas.
Kata Santri jika ditulis
dalam bahasa arab terdiri dari lima huruf (سنتري), yang setiap hurufnya
memiliki kepanjangan serta pengertian yang luas.
1. Sin (س) adalah kepanjangan dari سَافِقُ الخَيْرِ yang memiliki arti Pelopor kebaikan.
2. Nun (ن) adalah kepanjangan dari نَاسِبُ العُلَمَاءِ yang memiliki arti Penerus Ulama.
3. Ta (ت) adalah kepanjangan dari تَارِكُ الْمَعَاصِى yang memiliki arti Orang yang meninggalkan kemaksiatan.
4. Ra(ر) adalah kepanjangan dari رِضَى اللهِ yang memiliki arti Ridho Allah.
5. Ya (ي) adalah kepanjangan dari اَلْيَقِيْنُ yang memiliki arti Keyakinan.
Setelah kita mengetahui dan memahami kata santri diatas. Kita bisa menyimpulkan bahwa santri bisa kita pelajari, tapi untuk menjadi santri butuh proses yang panjang, Mengapa butuh proses yang panjang...? Karena ilmu tidak hanya sekedar pengetahuan, ilmu itu dilakukan. Setelah pengalaman-pengalaman itu kita rasakan ilmu yang kita dapat.
Dan santri tak hanya diartikan harus Mukim atau harus menuntut ilmu di Pesantren. Siapa saja yang mempunyai akhlak seperti santri, seperti artikel santri yang diatas. Dia juga dinamakan santri. Maka dari itu, Berawal dari kata Santri kita jadikan sebuah Visi kami.
Gelap adalah misi kami.
Secara sederhana sebuah misi adalah suatu cara mencapai sebuah visi.
Kami mulai dari kata yang kami jadikan menjadi sebuah karakter "JANGAN MAIN-MAIN JIKA TIDAK TAU CARA BERMAIN" Kami belajar cara bermain dengan apapun yang kami ketahui, dengan apapun yang kami mampu, dengan apapun yang kami miliki. Dan kami berusaha untuk manfaat kepada orang lain. Tanpa melupakan batasan-batasan yang kami jadikan sebuah visi kami seorang santri. Oleh karnanya kami menyatakan gelap adalah misi kami, kami bermain dengan cara gelap, bukan berarti kami tidak terlihat, bukan berarti kami rahasia dan bukan berarti kami tidak ada. Tapi kami belajar terus untuk mengetahui cara bermain dengan batasan-batasan seorang santri yang benar-benar santri.
Dimanapun...? dengan siapapun...? dengan cara apapun...? bukan lain halnya hanya untuk belajar mencapai sebuah visi kami seorang santri.
"SENG GAK KETOK LUWEH AKEH KETIMBANG SENG KETOK"
(YANG TIDAK TERLIHAT LEBIH BANYAK DARI PADA YANG TERLIHAT)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung diblog saya, silahkan berkomentar dengan sopan